Minggu, 21 Oktober 2012

MAKALAH BAHASA INDONESIA BY YUHAZI

MAKALAH DIKSI ( pilihan kata ) Mata kuliah : Bahasa Indonesia Dosen pembimbing : Dra, Hj. NURBEDA, S.Pd, M.Pd.I DI SUSUN OLEH : KETUA : Y U D I S M A R ANGGOTA : 1. HENDUN 2. NORA NATALIA 3. ALFA HASANAH PROGRAM STARATA SATU ( S.1 ) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAYASAN NURUL INSANI ( STAI YASNI ) MUARA BUNGO 2012/2013 KATA PENGANTAR Penulisan makalah yang bersipat sederhana ini, di buat berdasarkan tugas kelompok yang di berikan oleh dosen pelajaran Bahasa indonesia yang berjudul DIKSI ( Pilihan kata ). Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik. Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang masih banyak terdapat kekurangan serta amat jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat mengharapkan kritik serta saran nya dari semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan datang. Penulis Kelompok 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.....................................................2 DAFTAR ISI................................................................3 BAB 1. PENDAHULUAN 1,1. LATAR BELAKANG.....................................4 1,2. RUMUSAN MASALAH...............................4 BAB 2. PEMBAHASAN 2,1. PENGERTIAN DIKSI....................................5 2,2. PRINSIP DIKSI............................................7 BAB 3. PENUTUP 3,1. KESIMPULAN............................................9 3,2. SARAN......................................................9 DAFTAR PUSTAKA...................................................10 BAB 1 PENDAHULUAN 1,1. LATAR BELAKANG Dalam kamus besar Bahasa indonesia, Diksi di sebut dengan pilihan kata . sedangkan menrut istilah nya, Diksi adalah peilihan kata yang bermakna tepat dan cocok penggunaan nya untuk mengungkapkan gagasan dengan pokok-pokok pembicaraan, peristiwa, dan khalayak pembaca atau pendengar. Di antara kata-kata yang terdapat dalam bahasa indonesia, banyak yang mempunyai kemiripan atau kesamaan, baik kemiripan atau kesamaan arti ( Sinonim/kuasi sinonim ) maupun kemiripan bentuk ( Homonim ). Kata-kata yang memiliki kemiripan atau kesamaan tersebut sering di variasikan secara bebas pemakaian nya, sehingga sering juga menimbulkan kesalahan. Sebab pemaksaan pemakaian bervariasi bagi kata-kata yang mempunyai variasi tersebut, akan menimbulkan perubahan makna kalimat bahkan bisa merusak struktur kalimat, apabila tidak kita sesuaikan dengan makna atau maksud sebenarnya. Maka, dengan adanya tugas kelompok ini. Kami akan mencoba menguraikan masalah diksi serta prinsipnya.namun, pada uraian kami tersebut mungkin masih banyak terdapat kesalahan, baik dalam pemahaman ataupun dalam penulisannya. Harapan kami, semoga apa yang telah semua kami lakukan bisa membuahkan hasil. Baik bagi pembaca maupun bagi pendengar. 1.2. RUMUSAN MASALAH Sebelum kami membahas terlebih dahulu tentang diksi ( pilihan kata ), maka ada baik nya kami rumuskan pokok-pokok permaslahannya yaitu sebagai berikut : 1. Sejauh manakah kita dapat memahami masalah diksi, dan 2. Pengertian diksi serta prinsip nya dalam kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar. BAB 2 PEMBAHASAN 2,1. PENGERTIAN DIKSI Dalam kamus besar Bahasa indonesia, Diksi di sebut dengan pilihan kata . sedankan menrut istilah nya, Diksi adalah peilihan kata yang bermakna tepat dan cocok penggunaan nya untuk mengungkapkan gagasan dengan pokok-pokok pembicaraan, peristiwa, dan khalayak pembaca atau pendengar. Di antara kata-kata yang terdapat dalam bahasa indonesia, banyak yang mempunyai kemiripan ata kesamaan, baik kemiripan atau kesamaan arti ( Sinonim/kuasi sinonim ) maupun kemiripan bentuk ( Homonim ). Kata-kata yang memiliki kemiripan atau kesamaan tersebut sering di variasikan secara bebas pemakaian nya, sehingga sering juga menimbulkan kesalahan. Sebab pemaksaan pemakaian bervariasi bagi kata-kata yang mempunyai variasi tersebut, akan menimbulkan perubahan makna kalimat bahkan bisa merusak struktur kalimat, apabila tidak kita sesuaikan dengan makna atau maksud sebenarnya. Dalam hubungannya dengan uraian di atas, maka berikut ini akan di uraikan beberapa kata yang mempunyai kemiripan atau kesamaan, baik arti ataupun bentuknya. A. Pemakaian kata perlombaan dan pertandingan Kedua kata ini mempunyai kemiripan arti, namun keduanya tidak dapat bervariasi satu dengan yang lain. Arti nya, kalimat yang seharusnya memakai kata perlombaan, tidak dapat di ganti dengan kata pertandingan. Sebab kata perlombaan berarti sutu persaingan untuk mendapatkan kualitas di atas yan lain. Dalam perlombaan peserta lomba tidak mengadu kekuatan, sehinga kekuatan lawan tidak mempengaruhi kekuatan pelawannya. Adapun bentuk yang termasuk perlombaan antara lain adalah berlari, balap sepeda, berenang, bernyanyi, baca puisi, balap kuda, dan sebagainya. Sedankan pertandingan adalah bentuk ada kekuatan atau ketrampilan, dan sebagainya yang antara pelawan dengan lawan berhadapan. Dalam pertandingan, kekuatan atau ketrampilan lawan akan sangat mempengaruhi pelawan. Makin kuat lawan, maka pelawan semakin berkurang kekuatannya. Yang termasuk pertandingan antara lain sepak bola, tennis, bulu tankis, volley, pingpong, dan lain sebagainya. Akan tetapi dalam kehidupan berbahasa serin kita jumpai pemakaian kedua kata tersebut secara tidak tepat . perhatikan beberapa contoh pemakaian yang tidak tepat di bawah ini. Contoh : a.Dalam perlombaan sepak bola antar kelas, kelas II SMA berhasil keluar sebagai juara. b. Dalam peringatan 17 Agustus yang lalu, di adakan perlombaan catur antar kabupaten Bungo. c. Pertandingan bernenang akan di adakan minggu depan. d. Pertandingan lari itu di saksikan oleh Bapak Bupati Bungo . Pemakaian kata yang bercetak miring dalam setiap kalimat di atas, merupakan pemakaian yang salah/tidak baku. Karena itu maka kata perlombaan dalam kalimat a, dan b di ganti dengan pertandingan, sedangkan kata pertandingan dalam kalimat c, dan d di ganti dengan kata perlombaan. Jadi kalimat yang baku adalah sebagai berikut. a. Dalam pertandingan sepak bola antar kelas, kelasII SMA berhasil keluar sebagai juara pertama. b. Dalam peringatan 17 Agustus yang lalu, di adakan pertandingan catur antar Kabupaten Bungo. c. Perlombaan berenang akan di adakan minggu depan. d. Perlombaan lari itu di saksikan oleh Bapak Bupati Bungo. B. Pemakaian kata tidak dan bukan Kata tidak dan bukan, sama-sama kata ingkar. Seperti hal nya kata perlombaan dan pertandinagan, kedua kata ini mempunyai dua kemiripan makna. Namun demikian kedua nya tidak dapat bervariasi secara bebas, karena keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Kata tidak di pakai untuk mengingkari kata kerja, kata sifat, kata keteranga, dan perluasannya. Sedangkan kata bukan adalah kata kata ingkar yang di pakai untuk mengingkari kata benda, kata ganti, dan kata bilangan. Contoh : a. Anak kecil itu tidak menangis di tinggal ibu nya pergi b. harga buku itu tidak mahal bila di lihat isinya. c. anak itu bukan adik saya. d. bukan dia yang mengarang lagu itu. Akan tetapi dalam kalimat yang bersifat korektif ( mengoreksi ), kata bukan sering juga di pakai untuk mengingkari kata kerja atau kata sifat. Contoh : e. Bukan menyanyi itu, melainkan berteriak. g. bukan lupa mengerjakan tugas ia, melainkan malas C. Pemakaian kata antar dan antara Di samping mempunyai kemiripan makna, kedua kata tersebut juga mempunyai kemiripan bentuk. Akan tetapi fungsi yang di milikinya berbeda, sehingga kedua nya tidak dapat bervariasi secara bebas. Kata antara di pakai apabila di ikuti dua objeck atau dua hal, yang biasanya di kombinasikan dengan pemakaian kata dengan, dan kadang-kadang di dahului kata depan di ( di antara ). Contoh : 1. Tidak ada masalah apa-apa antara saya dengan dia. 2. harus ada perasan salin menghormati dan saling mempercayai antara ( di antara )guru degan murid. 3. Antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lain, harus saling membantu dan saling mengerti. Sedangkan kata antar sebagai tugas akan di ikuti satu objeck atau hal yang bermakna jamak, dan di tulis dengan serangki kata yang mengikuti nya. ` contoh : 4. Masalah itu hanya di duskusikan antarmurid. 5. kita senantiasa menjaga dan meningkatkan 6. seminggu yang lalu telah di adakan pertandingan bulu tangkis antarmurid SMA. 2,2. PRINSIP DIKSI Secara anlisis diksi mempunyai prinsip yaitu bagaimana suatu kalimat dapat menghasilkan suatu kata yang yang bermakna tepat dan cocok penggunaannya untuk mengungkapkan sebuah gagasan dengan pokok-pokok pembicaraan. Prinsip-prinsip diksi Secara garis besarnya diksi mempunyai beberapa pinsip untuk dapat melakukan pilihan kata yang sesuai dengan kaidah sintaksis, maka perlu di perhatikan tiga ( 3 ) hal, yakni : 1. TEPAT, Tepat , yakni pemilihan dan pendapatan kata harus sesuai dengan kelompoknya dalam sintaksis. Pemilihan dan pendapatan kata ini tentu saja berhubungan dengan unsur ke laziman. Unsur ini tidak menghilangkan kemungkinan adanya pembentukkan kelompok baru atau pembentuk baru. 2. SAKSAMA, DAN Saksama, yakni makna kata nya benar dan sesuai dengan yang hendak di katakan. Unsur ini berhubungan pula dengan kaidah makna. Pengertian saksama di sini lebih di tekankan pada unsur sintaksisnya. Dalam hubungan ini terpatutlah pengertian sinonim, homonim, polisami, dan hiponim. 3. LAZIM. Lazim, yakni dalam kaidah sintaksis ini berarti kata itu sudah menjadi milik bahasa indonesia. Kelompok kata atau pengelompokkan kata seperti itu memang sudah lazim dan itu biasakan dalam bahasa indonesia. Misalnya kata besar, agung, raya, tinggi, dan dapat di katakan sinonim, hampir bersamaan atau hampir sama makna mereka. Kita dapat mengatakan hari raya, hari besar ( tepat dan lazim ), tetapi kita dapat mengatakan hari tinggi. Apalagi jaksa agung di ganti dengan jaksa raya ( tidak saksama dan tidak lazim ). Kata makan dan santap adalah sinonim. Akan tetapi, orang belum dapat mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing makan. Kalimat tersebut secara sintaksis tepat, tetapi tidak saksama dan lazim dari sudut makna dan pemakaiannya. Secara garis besarnya diksi memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi memilki beberapa elemen yaitu : a. FONEM Fonem merupakan sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yan masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem dalam bentuk bunyi seperti dalam bahasa indonesia, bunyi “ K ” dan bunyi “ G ” merupakan dua fonem yang berbeda misalnya dalam kata “ cagar ” dan ” cakar ”. b. SILABEL Silabel berasal dari kata yunani yaitu “ sullabe ” yang artinya suatu unit pembentuk kata yang tersusun dari satu fonem atau urutan fonem. Sebagai contoh, kata “ wiki ” yan terdiri dari dua suku kata, yaitu wi dan ki. Silabel sering juga di anggap sebagai unit pembangun fonologis kata karna dapat mempengaruhi ritme dan artikulasi suatu kata. c. KONJUNGSI Konjungsi adalah suatu kata yang bertujuan untuk penghubung antarkata. d. HUBUNGAN e. KATA BENDA Kata benda meupakan kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda yang di bendakan. Kata benda di bagi menjadi 2, yaitu : 1. kata benda kongkret atau kata benda yan dapat di kenal denga panca indera, misalnya buku, pena dan lain-lain. 2. kata benda abstrak atau kata benda yang hanya dapat di kenal dengan pikiran, misalnya cinta. Selain itu, jenis kata ini juga dapat di kelompok menjadi kata benda khusus atau nama diri (proper noun ) dan kata benda umum atau nama jenis ( common noun ). Kata benda nama diri yaitu kata benda yang mewakili entitas tertentu, seperti Jakarta dan Ali. Kata benda nama jenis yaitu kata bend ayang menjelaskan suatu kelas entitas tertentu, seperti kota dan orang. f. KATA KERJA Kata kerja berasl dari bahasa latin yaitu ” verbun ” yang artinya kelas kata yang menyatakan sutu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu kalimat. Berdasarkan objecknya kata kerja dapat di bagi menjadi dua, yaitu : 1. transitif yaitu kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objeck, seperti memukul ( bola ) . 2. intransitif yaitu kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap atau objeck, seperti lari. BAB 3 PENUTUP 3,1 KESIMPULAN Dari beberapa uraian di atas, yang telah kami bahas. Maka kami mengambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut : 1. Diksi adalah peilihan kata yang bermakna tepat dan cocok penggunaan nya untuk mengungkapkan gagasan dengan pokok-pokok pembicaraan,peristiwa, dan khalayak pembaca atau pendengar. 2. Secara anlisis diksi mempunyai prinsip yaitu bagaimana suatu kalimat dapat menghasilkan suatu kata yang yang bermakna tepat dan cocok penggunaannya untuk mengungkapkan sebuah gagasan dengan pokok-pokok pembicaraan. 3. Secara garis besarnya diksi mempunyai beberapa pinsip untuk dapat melakukan pilihan kata yang sesuai dengan kaidah sintaksis, maka perlu di perhatikan tiga ( 3 ) hal, yakni : tepat, saksama, dan lazim. 3,2. SARAN Sebagai penutup dari makalah ini, tak luput pula kami ucapkan ribuan terima kasih pada semua rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini. Di samping itu, masih banyak kekurangan serta jauh dari kata kesempurnaan, tetapa kami semua telah berusaha semaksimal munkin dalam pembutan makalah yang amat sederhana ini. Maka, dari pada itu . kami semua sangat berharap kepada semua rekan-rekan untuk memberi kritik atau sarannya, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa menjadi yan lebih baik, seperti yang kita harapkan. Tiada kata yan dapat kami ucapkan, selain rasa terima kasih atas semua motivasi dari rekan-rekan sekalian. wassalam Kelompok 2 DAFTAR PUSTAKA Kusno, B.S, problematika bahasa indonesia.Jakarta: Rineka Cipta. http://Wikipedia.org kamus besar bahasa indonesia Parera, Jos Daniel. 1976. Diksi dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Tahun II Nomor 3. hlm. 2 – 17. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar