Rabu, 12 Juni 2013

AKHLAK TERCELA ( MAKALAH AQIDAH AKHLAK )




MAKALAH AQIDAH AKHLAK
                                             “ AKHLAK TERCELA “
Dosen Pembimbing : Zulpadli, S.Ag

 
                                             Disusun oleh kelompok 2
Anggota : 1. Sukri Afriansyah
                                                           2. Yuhazi
          3. Muin Husein 
  4. Ridwan
                5. Marwan Saputra
                                                          6. Triono
       7. Adam Huri
                
PROGRAM STRATA SATU (S1)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) YAYASAN NURUL ISLAMI (YASNI)   
MUARA  BUNGO
TAHUN AKADEMIK 2013/2014

















KATA PENGANTAR


Penulisan makalah yang  bersipat  sederhana  ini, di buat berdasarkan tugas kelompok  yang di berikan  oleh  dosen  pembimbing mata kuliah  Materi Aqidah Akhlak yang berjudul Akhlak Tercela.
Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah  makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.
Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang masih banyak terdapat kekurangan serta amat  jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat  mengharapkan kritik serta saran nya dari semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan datang.

                                                                                                           

                                                                                          Rantau Embacang, 28 April  2013
                                                                                                            Penulis , kelompok Dua.                                                                                                                                                                                                      





 

 DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB  1. PENDAHULUAN
          1,1. Latar belakang
          1,2. Tujuan penulisan
BAB  2. PEMBAHASAN
           2,1. Ananiah
           2,2. Ghadhab
           2,3. Hasad
           2,4. Ghibah dan Namimah
           2,5. Riba
           2,6. Tabzir
           2,7. Minuman Keras
BAB  3. PENUTUP
           3,1. Kesimpulan
           3,2. Saran
DAPTAR  PUSTAKA……………………………………………………………………..…15



BAB 1
PENDAHULUAN

1,1.  LATAR  BELAKANG

1,2. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulis dalam pembuatan tugas  ini, yaitu :

-        Untuk memenuhi kewajiban penulis terhadap dosen yang bersangkutan, dan
-        Untuk menambah wawasan penulis mengenai.


BAB 2
PEMBAHASAN

2,1. Ananiah (Egois)

                     Kata Ananiah berasal dari  bahasa Arab “ana” yang berarti saya atau aku, kemudian mendapat tambahan iayah. Ananiyah berarti ‘keakuan’ yaitu mementingkan diri sendiri atau disebut juga egois adalah orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Islam melarang berbuat merusak diri sendiri. Firman Allah yang menerangkan larangan tersebut terdapat dalam surat Al-Baqoroh ayat 195 sebagai berikut :
 
 
Artinya  :   ”Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Namun ada ayat yang menyatakan seorang mukmin lebih mengutamakan diri sendiri dunia dan akhirat dari ancaman neraka tetapi juga tidak boleh meninggalkan tanggung jawab terhadap orang lain dan terhadap keluarga, dalam pergaulan sesama mukmin Allah memerintahkan untuk saling merendahkan hati tidak congkak dan sombong.
        Ciri-ciri ananiyah dan egois adalah sebagi berikut:
1.       Mau menang sendiri
2.       Tidak menghiraukan perasaaan orang lain
3.       Bersikap acuh tak acuh
4.       Merasa dirinya selalu benar, sehingga tidak mau mendengarkan orang lain
5.       Melakukan segala cara untuk mencapai tujuan atau keinginannya
6.       Hanya memikirkan kepentingan diri sendiri
7.       Bersikap sombong karena merasa dapat hidup tanpa bantuan orang lain.
       
Bahaya Egois
1.       Orang egois biasanya dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya
2.       Tidak disukai orang lain karena selalu mau menang sendiri
3.       Seringan mendapat cemooh dari teman dan tetangga.

Cara Menghindari Sifat Egois
1.       Menyadari bahwa kita tidak dapat hidup sendiri suatu saat pasti kita akan membutuhkan orang lain 
2.       Mencintai sesama manusia karena di hadapan Allah manusia mempunyai derajat yang sama kecuali karena taqwanya.
3.       Meningkatkan silaturrahmi kepada sauadara, teman dan sesame manusia yang lain.
           
2,2. Ghadhab (Pemarah)

Ghadhab asal kata bahasa arab     yang artinya marah, sedangkan pemarah adalah orang yang lekas (mudah) marah.  
Adapun bentuk-bentuk marah bermacam-macam ada kalanya kelihatan dari wajahnya yang cemberut, mata yang melotot, berkata-kata kasar dan kotor hingga kadang-kadang sampai terjadi perkelahian, Sebagaimana sabda Rosullah SAW :

     Artinya :    “Bahwasanya marah itu merusak iman, seperti barang yang pahit merusak madu”.
       Rasulullah bersabda:




            “Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda” Bukanlah orang kuat itu orang yang kuat dalam bergulat. Orang kuat yang sebenarnya adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

        Bahaya Sifat Pemarah
1.       Merugikan diri sendiri maupun orang lain.
2.       Merupakan sumber pertengkaran, percekcokan dan menimbulkan kebencian dan permusuhan
3.       Lebih membawa kerusakan dan kemudlorotan bagi dirinya maupun orang lain.
4.       Permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan baik
5.       Menyebabkan terputusnya tali persaudaraan sesama muslim.

Cara Menghindari Pemarah
1.       Lebih baik mengalah dari pada menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Mengalah bukan berarti kalah kan…?
2.       Jangan bicara yang menyinggung perasaan orang lain, jika salah kita ingatkan dengan cara yang baik.
3.       Selalu memberi maaf dengan tulus ikhlas, sebagaimana firman Allah :
 
Artinya : “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik[1345] Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. “(Q.S. Asy Syura : 40)

2,3. Hasad (Iri)

Hasad adalah tidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan. Sehingga timbul perbuatan jahat agar kenikmatan yang diperoleh seseorang itu hilang atau pindah kepada dirinya. Atau ia benci terhadap kenikmatan lebih dari kenikmatan dirinya.
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :



        Artinya  :   ”Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat dahulu, yaitu benci dan dengki itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut”. (HR. Abu Daud dan Tarmidzi)

Rasulullah juga bersabda:



“Jauhilah hasad karena sesungguhnya hasad itu dapat memakan (menghabiskan) kebaikan seperti api memakan kayu baker.” (H.R. Abu Dawud)
Bahaya Hasad :
1.       menimbulkan sifat serta tingkah laku yang hina.
2.       Menimbulkan permusuhan.
3.       Tidak disenangi oleh orang banyak.
4.       Menghilangkan semua amal baik yang telah dilakukan.
Cara Menghindari Hasad :
1.       Meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
2.       Menyadari bahwa hasad dapat menghapuskan kebaikan.
3.       Qonaaah dan selalu meningkatkan syukur kepada Allah SWT.

2,4. Ghibah dan Namimah

Ghibah dalam bahasa kita disebut mengumpat dan mengunjing adalah menyebut atau memperkatakan seseorang dibelakang dirinya dengan apa yang dibencikan, ghibah terjadi disebabkan dari dengki, mencari muka atau berolok-olok dengan tujuan untuk menjatuhkan martabat orang yang diumpat.
Sedangkan namimah (adu domba) adalah menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan keadaan seseorang atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada orang lain dengan maksud adu domba antara keduanya atau merusakkan hubungan baik antara mereka.
Firman Allah, QS. Al- Hujarat 12 :


 
Artinya  :      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”


    Sebab-sebab ghibah dan namimah antara laian:
1.       Dendam dalam hati.
2.       Rasa dengki atas kesuksesan yan telah diraih orang lain.
3.       Handak menunjukkan kelebihan sendiri dengan merendahkan dan mengejek orang lain.

                Cara menghindarinya adalah:
  1. Menyadari bahwa setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan, masing-masing diberi potensi yang berbeda oleh Allah swt.
  2. Koreksilah dirimu sendiri sebelum mengoreksi orang lain.
  3. Bersikap obyektif terhadap semua orang.
  4. Menyadari setiap orang bisa saja salah tidak mungkin seterusnya benar.
  5. Jangan mendengarkan orang yang suka mengadu domba, pasti suatu saat kita akan kena getahnya.

2,5. Riba












2,6. Tabzir (boros)
Menurut bahasa tabzir berasal dari bahasa arab “bazzara-yubazziru-tabzirun” yang berarti boros. Sedangkan menurut istilah adalah perbuatan yang dilakukan dengan cara menghambur-hamburkan uang ataupun barang karena kesenangan atau kebiasaan. Firman Allah yang menerangkan larangan tersebut terdapat dalam surat Al-Furqan ayat 67 sebagai berikut :
 

Artinya  :   Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”
Dan Allah juga menegaskan bahwa, orang yang berlaku boros adaah saudara syaitan, karena sama-sama ingkar terhadap nikmat Allah swt. Ungkapan ini merupakan celaan terhadap orang-orang yang boros. Menghambur-hamburkan kekayaan diluar perintah Allah, memperturutkan godaan syaitan. Firman Allah yang menerangkan larangan tersebut terdapat dalam surat Al-Isra’ ayat 27 sebagai berikut :

Artinya  :   ”sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhan-Nya.”
        Sebab-sebab Tabzir antara laian:
1.       Dapat menyebabkan kehancuran pada diri sendiri, karena tidak memilki control pribadi dan sosial.
2.       Dapat menimbulkan sifat pamer dan sombong dan merupakan tabi’at buruk yang harus dihindari.
3.       Dapat menimbulkan sfat riya’ dan sum’ah


        Cara menghindarinya adalah:
  1. Dengan cara membatasi dalam makan dan minum, berpakaian, berhias ataupun dalam bersedekah dengan tidak berlebih-lebihan sesuai dengan syari’at yang telah ditentukan.
  2. Islam telah menganjurkan agar hidup sederhana dalam mencukupi kebutuhan yang diperlukan tampa berlebihan dan masih sewajarnya.
  3. Islam melarang untuk bersikap sombong yang dapat menzalimi diri sendiri ataupun orang lain, hal itu dapat menyebabkan kesengsaraan.

2,7. Minuman Keras
 Minuman keras ialah segala jenis minuman yang memabukan, sehingga dengan meminumnya menjadi hilang kesadarannya,yang termasuk minuman keras seperti arak (khamar) minuman yang banyak mengandung alcohol, seperti wine, whisky brandy, sampagne, malaga dan lain-lain, selain itu juga ada benda padat yang bias memabukkan seperti ganja, morfin, candu, pil BK, nipan, magadon, dan lain-lain atau biasa yang di sebut dengan narkoba dan lain-lain sama termasuk kategori minman keras.
Dari pengrtian di atas kita dapat melihat bahwa banyak di sekitar kita yaitu jenis minman-minuman keras, bahkan di sekitar kita, tanpa kita sadari sudah banyak orang-orang yang telah mengkonsumsi minuman keras,dan bisa saja orang itu adalah keluarga,saudara atau teman.
Hukum Minuman Keras
Hukum minum minuman keras atau khamar ialah haram,dan bagi orang yang menkonsumsinya adalah termasuk pelaku dosa besar.
Sebagaimana firman allah:
 

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman,sesungguhnya (meminum) arak, berjudi,berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-pebuatan iti agar kamu mendapat keberuntungan. (Q>S Al-maidah : 90).
Rasulullah jga bersabda:
Atrinya:
“Semua yang memabukkan itu hukumnya haram”(HR Muslim).
Dalam hadist lain Rasulullah bersabda:
Artinya :
“Apapun yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram.”(HR nasa’I dan abu dawud)
Dan adapun dalil yang secara tegas di tujukan kepada para peminum minuman keras,dan bagi peminumnya trmasuk pelaku dosa besar dan di laknat oleh Allah SWT.seperti dalam sabda nabi:
Artinya:
Dari Abdullah bin umar, Rasulullah SAW. Bersabda: “barang siapa yang minum khamar dan dia tidak bertobat, maka ia tidak akan memperolehnya di akhirat”(HR bukhari)
Dalam hadist lain jga rasulullah bersabda:
Artinya:
Dari ibnu umar; rasulullah bersabda: “Allah melaknat khamar dan peminumnya, orang yang memberi minuman dengan nya, penjualnya, pembelinya, pemresnya, orang-orang yang menyuruh memerasnya,pembawanya dan orang yang di bawakan (yang memilikinya).”(HR abu Dawud)
Dari kedua hadist di atas dapat kita ambil penjelasan bahwa sungguh sangat merugilah orang-orang yang dalam kesehariannya selalu mengkonsumsi minuman keras atau khamar.karena merka termasuk pelaku dosa besar dan di laknat Allah SWT.
Hikmah di haramkan meminum minuman keras ialah sbb:
Menjaga kesehatan badan dan mental. Karena minuman keras sangat berbahaya bagi peminumnya mapun akibatny pada orang lain. Minuman keras juga bias merusak jaringan syaraf pada tubuh manusia terutama syarf otak. Dan dengan di haramkannya minuman keras maka manusia akan menghindarinya. Sehingga akan terhindar dari bahaya yang di atas.
●  Menghindari dari lahirnya kejahatan social. Karena orang mabuk sering melakukan kejahatan.Dan dengan menjauhi minuman keras maka kehidupan masyarakat akan tentram dan damaI.
 Menjaga generasi penerus agar lebih baik.
   Melindungi kehormatan, banyak bukti akibat minum minuman keras terjadi pemerkosaan terhadap  wanita.
















BAB 3
PENUTUP

 3,1. KESIMPULAN
Dari beberapa uraian di atas, yang telah kami bahas. Maka kami mengambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut :







 3,2. SYARAN

Sebagai penutup dari makalah ini, tak luput pula kami ucapkan ribuan terima kasih pada semua rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah  ini. Di samping itu, masih banyak kekurangan serta jauh dari kata kesempurnaan,  tetapi  kami semua telah berusaha semaksimal munkin dalam pembutan makalah yang amat sederhana ini. Maka, dari pada itu . kami semua sangat berharap kepada semua rekan-rekan untuk memberi kritik atau sarannya, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa menjadi yan lebih baik, seperti yang kita harapkan.

Tiada kata yan dapat kami ucapkan, selain rasa terima kasih atas semua motivasi dari rekan-rekan sekalian.

 

 

Rantau Embacang, 29 April 2013

Wassalam penulis, kelompok empat


                 







               



                                                  DAFTAR PUSTAKA

Rujukan dari :

Abdul Rahman, Roli, dkk, Menjaga Akidah Akhlak kurikulum 2008 MA Kelas 2, Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009.
Junaidi Hidayat, dkk, Ayo Memahami Akidah dan Akhlak kurikulum 2006 Mts Kelas 1, Jakarta : Erlangga, 2008.
http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/5















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar