Selasa, 11 Juni 2013

Hubungan Tasawuf Dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fiqih, Dan Ilmu Jiwa




BAB 5
Hubungan Tasawuf Dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fiqih, Dan Ilmu Jiwa

A.    Keterkaitan Ilmu Tasawuf Dengan Ilmu Kalam
Ilmu kalam merupakan disiflin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan. Pembicaraan materi-materi yang tecakup dalam ilmu kalam terkesan tidak menyentuh dzauq (rasa rohaniah). Pada ilmu kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, serta kemunafikan dan batasannya. Sementara pada ilmu tasawuf ditemikan pembahasan jalan atau metode praktis untuk merasakan keyakinan dan ketentraman.
Allah berfirman :
Artinaya: Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi Katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.      Sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam.
2.      Berfungsi sebagai pengendali ilmu tasawuf.
3.      Berpungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniah dalam perdebatan-perdebatan kalam.
Dengan ilmu tasawuf, semua persoalan yang berada dalam kajian ilmu tauhid terasa lebih bermakna, tidak kaku tetapi akan lebih dinamis dan aplikatif.
B.     Keterkaitan Ilmu Tasawuf Dengan Ilmu Fiqh
Disiplin ilmu apakah yang dapat menyempurnakan ilmu fiqh dalam persoalan-persoalan tersebut? Ilmu tasawuf tampaknya merupakan jawaban yang paling tepat karena ilmu ini berhasil memberikan corak batiniah terhadap ilmu fiqh. Dahulu para ahli fiqh mengatakan “ barang siapa mendalami fiqh, tetapi belum bertasawuf, berarti ia fasik; barang siapa bertasawuf tapi belum mendalami fiqh, berarti ia zindiq, dan barang siapa melakukan keduanya berarti ia ber-tahaqquq (melakukan kebenaran).
Ajadi paparan diatas telah dijelaskan bahwa ilmu tasawuf dan ilmu fiqh adalah dua disiflin ilmu yang paling melengkapi.
C.    Keterkaitan ilmu tasawuf dengan filsafat
Ilmu tasawuf yang berkembang didunia islam tidak dapat dinafikan sebagai sumbangan pemikiran kefilsafatan. Kajian-kajian mereka tentang jiwa dalam pendekatan kefilsafatan ternyata banyak memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kesempurnaan kajian tasawuf dalam dunia islam. Namun perlu juga d icatat bahwa istilah yang lebih banyak dikembangkan dalam tasawuf adalah istilah Qalb (hati).
D.    Hubungan tasawuf dengan ilmu jiwa ( treanspersonal psikologi )
Tasawuf selalu membicarakan persoalan-persoalan yang berkisar pada jiwa manusia, hanya saja, dalam jiwa yang dimaksud adalah jiwa manusia muslim. Dalam pandangan sufi akhlak dan sifat seseorang bergantung pada jenis jiwa yang berkuasa atas dirinya. Orang yang sehat mentalnya adalah yang mampu merasakan kebagaian dalam hidup, pada prilaku orang sehat mental akan tanpak sebuah sikap yang tidak ambisius, sombong, rendah diri, dan apatis, tapi ia bersikap waja, menghargai orang lain, merasa percaya kepada diri dan selalu gesit.
Gejala-gejala umum yang tergolong orang yang kurang sehat dapat dilihat dalam beberapa segi, antara lain :
1.      Perasaan
2.      Pikiran
3.      Kelakuan
4.      Kesehatan


 

 DAFTAR PUSTAKA







Abdul Qadir Isa, Hakekat Tasawuf, terj. Khairul Amru Harahap, Lc. Dan Afrizal Lubis, Lc. Qisthi Press, Jakarta, 2005.

Anwar Rosihon dkk, Ilmu Tasawuf, Penerbit: CV Pustaka Setia, Bandung, 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar