Sabtu, 29 Juni 2013

noun, verb, degree of comperation, dan passive voice






TUGAS  INDIVIDU
“noun, verb, degree of comperation, dan passive voice”



Dosen pembimbing      : Ani Fajrini, M.Pd.I
  D i s u s u n   o l e h     :
Nama         : YUHAZI
Semester   : 2 (B)
Nim/Nirm   : 212-3320/1304-1112-12557
                



PROGRAM STRATA SATU (S1)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) YAYASAN NURUL ISLAMI (YASNI)      
MUARA  BUNGO
TAHUN AKADEMIK 2013/2014
















KATA PENGANTAR


Penulisan makalah yang  bersipat  sederhana  ini, di buat berdasarkan tugas individu  yang di berikan  oleh  dosen  pembimbing mata kuliah  Bahasa inggris .
Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah  makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.
Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang masih banyak terdapat kekurangan serta amat  jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat  mengharapkan kritik serta saran nya dari semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan datang.

                                                                                                          

                                                                                          Rantau Embacang, 25 Juni  2013
                                                                                                            Penulis ,  YUHAZI                                                                                                                                                                                                      





 

 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………….........................……………………………………………2                                                                                                               
DAFTAR ISI………………………………………..……………………………...……………………………………….…………3
BAB  1.     PENDAHULUAN
         1,1.  Latar belakang…………………………………………………..……………………………………………….……….4
         1,2.  Tujuan penulisan………………………………………………..………………………………………........................4
BAB  2.     Noon (Kata Benda)
         2,1.  Pengertian Noun (kata benda)……………………………………………………......…………...…………5
         2,2.   Fungsi Noun (kata benda)……………………………………………………….......………………………5
        2,3.  Jenis-jenis Noun (kata banda)……………………………………………………........…………..…………5
        2,4.  Pembagian Noun (kata benda)……………………………………………………..........................................7

BAB  3.    Verbs (kata kerja)
         3,1.  Pengertian Verbs (kata kerja)……………………………………………………………….......…..………17
         3,2.  Macam-macam Kata Kerja…………………………………………………………………….........…….…17
BAB  4.     Degrees of Comparison
         4,1.  Pengertian Degrees of Comparison…………………………………………………………......…………21
         4,2.  Pembentukan Adjectives Untuk Comparative dan Superlative Degree………………….………….…21
BAB   5.    Passive Voice (Kalimat Pasif) dan Active Voice (Kalimat Aktif)
         5,1.  Pengertian Passive Voice (Kalimat Pasif) dan Active Voice (Kalimat Aktif)………………...……...…25

BAB  6.     Penutup
         6,1.  Kesimpulan…………………………………………………………………………………………….……………...…27
         6,2.  Syaran…………………………………………………………………………………………………...………………27
DAPTAR  PUSTAKA………………………………………………………………..………………………………………………28

BAB 1
PENDAHULUAN

1,1.  Latar  Belakang
       
Penulisan makalah ini dibuat berdasarkan tugas individu yang di berikan oleh dosen yang bersangkutan, yang mana penulisan ini merupakan sebuah langkah untuk memenuhi syarat dalam sebuah penilaian. Penulis sangat menghargai toleransi yang di berikan oleh dosen untuk membuat sebuah resume bahasa inggris pada materi semester ini.
        Dengan adanya sebuah tugas ini, tentunya dapat memberikan banyak mamfa’at terutama bagi penulis sendiri. Penulis juga sangat menyadari bahwa dalam penulisan ini tak pernah luput dari sebuah kesalahan, baik dalam bentuk penulisan ataupun dalam pemahamannya.
        Demikianlah yang melatarbelangi penulis untuk membuat sebuah resume yang sederhana ini, tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Dengan ini penulis sangat mengharapkan apresiasi dari pembaca untuk menbangunnya sebuah penulisan agar untuk kedepannya dapat jauh lebih baik seperti sa’at ini. Terima kasih.
       
1,2. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis dalam pembuatan tugas  ini, yaitu :

-        Untuk memenuhi kewajiban penulis terhadap dosen yang bersangkutan, dan
-        Untuk menambah pemahaman penulis tentang bahasa inggris.






BAB 2
NOON (KATI BENDA)

2,1. Pengertian Noun (kata benda)
Noun adalah salah satu unsur dari Parts of Speech yang penting perannya selain Verb (kata kerja) dalam membangun sebuah kalimat. Kita tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Noun (kata benda), menurut Barbara Dykes (22:2007), kata "Noun" berasal dari bahasa Latin, "nomen" yang berarti "nama". Noun (Kata Benda) merupakan nama dari suatu benda. Apa pun di dunia ini yang keberadaannya memiliki sebuah nama, baik yang bisa rasakan (lihat, kecap, sentuh, dengar, cium) maupun yang tidak.

Tapi Noun (kata benda) tidak hanya merujuk pada benda yang keberadaannya di dunia ini saja. Noun (kata benda) juga bisa merujuk pada ide atau pemikiran yang hanya ada di pikiran kita saja, misalkan freedom (kebebasa), beauty (kecantikan), hope (harpan), dll; ide/ pemikiran yang ada di pikiran kita tersebut, kita tidak bisa merasakannya dengan panca indra, tetapi kita hanya bisa merasakannya keberadaannya hanya di dalam pikiran kita saja. Benda yang keberadaannya bisa kita rasakan dengan panca indra kita dalam bahasa Inggris disebut Concert Noun, dan benda yang keberadaannya hanya ada pikiran kita atau merupakan ide/ pemikiran yang tidak bisa dijamah oleh panca indra kita disebut Abstract Noun.


2,2. Fungsi Noun (kata benda)

Menurut bukunya Sidney Greenbaum dkk. (241:1985), dalam kalimat bahasa Inggris, Noun bisa berfungsi sebagai Subject (Pelaku), Object (Target/sasaran), Comlement of Cluse (Pelengkap dari klausa) dan sebagai Complement of Prepositional Phrases (Pelengkap dari phrase kata depan), contoh:
  • The girl is my sister.(Subject)
  • The blonde girl is my sister. (Object)
  • The blonde who is wearing blue jeans is my sister. (Complement of Clause)
  • The blonde girl in blue jeans is my sister. (Complement of prepositional phrase)

2,3. Jenis-jenis Noun (kata banda)


Sebagaimana kita ketahui, terhadapa banyak jenis Noun (kata benda), baik keberadaannya bisa dijamah oleh indera perasa maupun yang hanya ada di pikiran kita saja. Untuk mengetahui apa-apa saja yang termasuk Noun (kata benda), di bawah 
ini penulis hadirkan penjelasan dan contohnya:

1.Persons' Name
 (Namaorang) :
Jenis Noun (kata benda) yang pertama adalah nama orang. Nama orang (Persons' name) dalam bahasa Inggris harus ditulis menggunakan huruf kapital (huruf besar) hanya untuk huruf pertamanya saja, misalkan Ahmad Fathoni, Rini Rosyidah, dll.
·         Mark White is writing a letter for Elisabeth, his mom.
·         Andrea Hinata is the most famous writer in Indonesia.

2. Places (Nama tempat) :
Untuk nama tempat (places), sepertihalnya nama orang, huruf pertama dari nama tempat harus dikapitalkan (dibesarkan), misalkan: Jakarta, Surabaya, dll.
·         Andrea Hiata is the most famous writer in Indonesia.
·         Jakarat is the place where I life now.

3. Geographical Appearences's Name (Nama Kenampakan geograpi):
Nama penampakan geograpi itu seprti nama gunung, nama sungai, nama danau, nama laut, nama selat, dll; juga harus dikapitalkan huruf awalnya, misalkan: Merapi Mountain, Hindia Ocean, Sunda Strait, Amazon river, dll.
·         I have ever visited Mount Bromo twice.
·         Amazon river is the largerst river in the world.

4. Things (Nama benda) :
Things (nama benda) adalah nama-nama benda yang ada di sekitar kita dan kita bisa menjamahnya dengan panca indera kita. Untuk nama-nama benda tersebut tidak dikapitalkan pada huruf pertamanya.
·         I bought a novel  in one of stores there.
·         Football is my favorite game.

5. Activities
 (Aktivitas) :
Nama-nama aktivitas merupakan nama-nama pekerja yang biasa dikerjakan, seprtihalnya menulis, membaca, dll. Dalam bahasa Inggris, pembentukan nama-nama aktivitas dikejakan dengan merubah Verb (kata kerja) menjadi bentuk gerund. Dan untuk nama-nama aktivitas, tidak dikaptalkan huruf pertamanya.
·         Writing is my hobby.
·         Running and running became my routine activity when I was facing race championship.

6. Concepts (Ide/pemikiran) :
Nama-nama ide atau pemikiran yang hanya ada dalam pemikiran kita merupakan salah satu jenis Noun (kata benda), kata benda jenis ini juga tidak dikapitalkan huruf awalnya.
·         Freedom never comes to the poor.
·         Beauty that she dreams is actually false.

7. Groups (kelompok) :
Berbeda dengan jenis-jenis Noun (kata benda) yang lain, untuk nama-nama kelompok (groups) memiliki keistimewaan. Letak keistimewaan untuk nama-nama kelompok terletak pada verb agreement yang digunakan, tunggal (singular) atau jamak (plural). Karena dalam beberapa kasus terdapat banyak nama-nama kelompok yang menggunakan Verb Agreement yang berbentuk singular dan plural.
·         Metalica is going to make a concert in Indonesia soon. (Berbentuk tunggal (singular) karena menggunakan "is")
·         Indonesian Blogger Community was established in 1999. (Berbentuk tunggal (singular) karena menggunakan "was")
·         Metalica are deciding the title of the new album. (Berbentuk jamak (plural) karena menggunakan "are")
·         Indonesian Blogger Community were gathering to discuse about the google algoritm. (Berbentuk jamak (plural) karena menggunakan "were")
Perbedaan antara menggunakan Verb Agreement tunggal (singular) dan jamak (plural) terletak pada maksud penulis. Jika maksud penulis menganggap nama kelompok itu sendiri bukan anggota kelompok yang ada di dalamnya (seperti contoh 1 dan 2) maka Verb Agreement yang digunakan adalah tunggal (singular). Tetapi jika maksud dari penulis merujuk pada anggota dari kelompok, bukan merujuk pada nama kelompok (seperti contoh no 3 dan 4), maka Verb Agreement yang digunakan adalah jamak (plural).

8. Events (Acara) :
Untuk nama-nama acara dalam bahasa Inggris, tidak dikapitalkan untuk huruf awalnya, hanya ditulis seperti nama kata benda yang lainnya. Birthday moment is always be waited for by every children.
·         People will enjoy the concert tonight.

2.4. Pembagian Noun (kata benda)

Concrete Noun

Concrete Noun atau yang biasa disebut kata benda konkrit adalah kata benda yang berbentuk objek fisik yang keberadaanya bisa kita terima dengan panca idera kita, kita bisa sentuh, lihat, ataupun kita cium objek fisik tersebut. Dalam ilmu tata bahasa Inggris, grammar, terdapat empat jenis concrete noun yaitu proper noun, common noun dan material noun.


1. Proper noun 

Proper noun adalah kata benda yang tergolong concrete noun yang merupakan nama orang, tempat, benda, acara, penampakan alam dan lain-lain secara sepesifik. Proper noun memiliki ciri tertentu yang membedakanya dengan concrete noun yang lain yaitu penggunaan huruf kapital disetiap huruf pertama pada penulisan proper noun.

Jenis-jenis proper noun:

1. Nama orang : Mrs. Smith, Mr. Bean, Ahmad Fathoni dan lain-lain.
2. Nama agama : Islam, Buddha, Hindu, Christian, Protestant, dan lain-lain.
3. Nama hari libur : Thanksgiving, Ester, dan lain-lain.
4. Nama kebangsaan : Indonesian, British, American, dan lain-lain.
5. Nama waktu : January, March, Sunday, Monday, dan lain-lain.
6. Nama penampakan geograpi :
·         Nama negara, seperti : Indonesia, America, Netherlands, dan lain-lain.
·         Nama kota, seperti : Jakarta, New York, London, Perth, dan lain-lain.
·         Nama sungai, seperti : Neel, Amazon, Musi, dan lain-lain.
·         Nama gunung, seperti : Everest, Himalaya, Merapi, dan lain-lain.
·         Nama pulau, seperti : Madagascar, Kalimantan, Bali, dan lain-lain.
·         Dan nama-nama penampakan geografi yang lain seperti nama gua, airterjun, jurang, laut, samudera, hutan, padang pasir, planet, selat, dan lain sebagainya.
2. Common noun 

Common noun adalah salah satu jenis dari concrete noun yang merupakan nama benda dari selain dari proper noun atau juga bisa disebut kata benda umum yang ada disekitar kita. Jika disetiap huruf awalan di proper noun diawali dengan huruf kapital, maka hal tersebut tidak berlaku di common noun. contoh common noun seperti : chair, pen, book, glass, plate dan benda-benda umum lain disekeliling kita.

3. Material noun 

Material noun adalah jenis abstrak noun yang terakhir yang merupakan nama dari sumberdaya alam yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya common noun, material noun juga tidak menggunakan huruf kapital pada huruf pertamnya. contoh material noun seperti: gold, wood, silver, petrol dan lain sebagainya.


Abstract Nounadalah kata benda dalam bahasa Inggris yang keberadaanya tidak dapat kita rasakan dengan panca indera yang kita miliki, kita tidak bisa melihat, menyentuh, ataupun menciumnya. Abstract noun juga bisa disebut a noun for concept atau hanya sebuah konsep, ide, gagasan yang hanya ada di pikiran kita saja, dengan kata lain kita hanya bisa membayangkan benda tersebut tanpa pernah bisa melihat, menyetuh ataupun menciumnya.
Berikut adalah kata yang termasuk dalam abstract noun, seperti: beauty, honest, mankind, justice, wisdom, freedom, courage dan masih banyak yang lain. Kata beauty (kecantikan) termasuk salah satu contoh abstract noun yang mana kata beauty tersebut  hanya merupakan sebuah konsep, ide, ataupun gagasan yang hanya ada di dalam pikiran kita saja, sedangkan bentuk real dari sebuah kata beauty tidak ada.


Abstract noun dapat dibuat dengan menambahkan beberapa imbuah (derivational suffix) pada verb, adjective atau common noun; hal tersebut akan panjang lebar dijealaskan pada form of noun. Selain pembentukan abstract noun dengan menambahkan imbuahan pada verb, adjective atau common noun, abstract noun juga kita bisa jumpai dalam bentuk collective noun.
Collective noun adalah sebuah kata untuk sekelompok orang, binatang atau benda yang di anggap sebagai kesatuan tunggal (single unit). Contoh dari collective noun adalah audience, committee, class, crew, crowd, enemy, faculty, flock, government, group, herd, jury, majority, minority, nation, orchestra, press, public, family dan masih banyak yang liannya.
Kita sering menjumpai collective noun merupakan singular noun, tapi kita juga banyak menemukan collective noun yang menggunakan plural. Hal tersebut lumrah kita temukan karena pada hakekatnya collective noun bisa berbentuk singular ataupun plural tergantang anggapan kita terhadap kata dari collective noun tersebut. Jika kita menganggap sebuah kata dari collective noun sebagai unit tunggal (single unit), maka kata dari collective noun tersebut tunggal (singular).
Contoh:
·         Our football team is the best.
·         The committee has been decided to make some recommendation.

Sedangkan jika kita menganggap sebuah kata dari collective noun sebagai sejumlah individu atau anggota dalam collective noun tersebut maka kata tersebut jamak (plural).
Contoh:
·         Our football team are wearing new jerseys.
·         The committee have disagreed among themselves.

Countable Nouns

Countable nouns adalah nama dari objek terpisah, ide, mahluk hidup dan sebagainya yang dapat dihitung. Terdapat tiga ciri countable nouns, yaitu:

1. Tentunya bisa dihitung.
·         One book
·         Two books
·         Five bags
·         A pen
2. Memiliki bentuk jamak (plural) yang ditandai dengan akhiran –s/-es, atau dengan bentuk tidak beraturan.
·         A book menjadi two books
·         A glass menjadi three glasses
·         A child menjadi five children
 3. Di depan contable nouns bisa digunakan a/an
·         A dictionary
·         An actor
·         A book
Uncountable Nouns

Sedangkan yang dinamakan uncountable noun, atau juga bisa disebut non-count noun atau mass noun adalah nama dari material, benda cair, benda abstrak, koleksi, dan benda-benda yang lain yang kita lihat sebagai suatu benda yang tanpa batasan yang jelas dan bukan merupakan objek terpisah.


Contoh Uncountable Nouns

Di bawah ini adalah contoh dari kata benda yang secara umum digunakan sebagai uncountable nouns.

1. Kelompok dari beberapa benda yang serupa, misalnya kata benda furniture adalah uncountable noun karena furniture digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan segala jenis benda yang tergolong furniture seperti kursi, meja, dan lain sebaginya. Adapun contoh lainya adalah: Furniture, food, fruit, clothing, junk, jewelary, equipment, postage, baggage, grabage, hardware, luggage, machinery, mail, makeup, etc.

2. Kata benda cair (liquids/ fluids), seperti: Water, coffee, tea, milk, oil, soup, gasolin, blood, etc.

3. Kata benda padat (solids), seperti: Ice, bread, butter, cheese, meat, gold, iron, silver, glass, paper, wood, catton, etc.

4. Kata benda gas (gases), seperti: Steam, air, oxygen, nitrogen, smoke, pollution, ect.

5. Kata benda yang terdiri dari benda-benda kecil yang sulit dihitung (particles), seperti: Rice, corn, dirt, flour, grass, dust, salt, sand, sugar, wheat, ect.

6. Kata benda abstrak (abstractions), kata benda yang wujudnya tidak bisa dirasakan oleh panca indera kita, melainkan kata benda yang berupa ide, gagasa, yang hanya ada di pikiran kita, seperti: Beauty, confindence, courage, education, fun, enjoyment, health, time, information, news, space, grammar, vocabulary, work, homework, ect.

7. Ragam bahasa (languages), seperti: Arabic, Indonesian, English, Chinese, Spanish, ect.

8. Nama-nama mata pelajaran (field of studies), seperti: Chemistry, mathematics, literature, psychology, history, engineering, scinetis, ect.

9. Nama-nama aktivitas (activities), seperti: Swimming, driving, singing, dancing, ect.

10. Nama-nama penampakan alam (natural phenomena), seperti: Weather, fog, heat, lightning, rain, snow, thunder, wind, darkness, light, sunshine, fire, gravity, humidity, ect.


Ciri-ciri Uncountable Nouns 

Berikut ini adalah ciri-ciri uncountable nouns, check this out:

1. Uncountable nouns tidak bisa dihitung sehingga dengan demikian tidak bisa didahului oleh kata bilangan, misalanya:
·         I need milk. Bukan, I need two milik.
·         I am dirnking water. Bukan, I am drinking one water.
2. Uncountable nouns tidak memiliki bentuk plural (jamak) dengan akhiran –s /-es sebagai penanda, misalnya:
·         We drink some coffee. Bukan, We buy some coffees.
·         My mother needs some milk. Bukan, My mother needs some milks.
3. Uncountable nouns tidak menggunakan indifinite article a/an, misalnya:
·         I like coffee. Bukan, I like a coffee.
·         He likes music. Bukan, He likes a music.
Uncountable Dirubah Menjadi Countable Noun

Dalam uncountable nouns kita bisa menjadikanya countable noun dengan menambahkan batasan pada uncountable nouns tersebut. Jadi uncountable nouns yang tadinya tidak bisa di countable kan, jika mendapat batasan yang jelas, maka uncountable nouns tersebut bisa di-countable-kan, misalnya:

I need tea (uncountable) menjadi I need a cup of tea (countable)

I drink milk (uncountable) menjadi I drinkk a glass of milk (countable)

A cup of, a glass of adalah contoh batasan yang ditambahkan jika ingin merubah uncountable nouns menjadi countable nouns. Di dibawah ini adalah daftar uncountable nouns dan batasan yang sesuai untuk masing-masing kata benda tersebut.

1. Untuk uncountable nouns berupa kata benda cair (liquid):
·         A liter of ... (seliter), misalnya : There is a liter of water in the kitchen.
·         A gallon of ... (segalon), misalnya : There is about a gallon of water in the bathroom.
·         A glass of ... (segelas), misalnya : I need a glass of water.
·         A cup of ... (secangkir), misalnya : My little brother always brings a bottle of milk to school every day.
·         A bottle of ... (sebotol), misalnya : I always drink a cup of coffee in the morning.
·         A can of ... (sekaleng), misalnya : There is a can of beer on the table.
2. Untuk kata benda yang berupa kata benda padat (solid):
·         A piece of ... (sepotong), misalnya : I am eating a piece of cake.
·         A lump of ... (sebongkah), misalnya : We still have a lump of sugar.
·         A bar of ... (sebatang), misalnya : We want to but a bar of chocolate.
·         A blade of ... (sebilah/ sehelai), misalnya : Who put a blade of grass in the table?
·         A speck of ... (sebutir), misalnya : I saw a speck of dirt on your skirt.
·         A block of ... (sebatang/ sebongkah), misalnya : We need a block of ice.
·         A sheet of ... (sehelai), misalnya : Do you need a sheet of paper?
·         A flash of ... (sepercik), misalnya : I could see a flash of lightning in the darkness.
·         A pile of ... (setumpuk), misalnya : There is a pile of rubbish beside the street.
·         A strand of ... ( sehelai), misalnya : There is a strand of hair in your shoulder.
·         A grain of ... (sebutir), misalnya : The bird is eating a grain of wheat.

Singular Noun

Menurut Barbara Dykes (207 : 2007), Singular Noun adalah “of nouns or pronouns, indicating single number, i.e. one only” (kata benda atau kata ganti yang menunjuk pada angka tunggal misalnya hanya satu). Dari pengertian tersebut kita mengetahui bahwa yang namanya Singular Noun adalah kata benda yang merujuk pada satu benda atau tunggal. Biasanya Singular Noun di dahului oleh Article (kata depan), misalkan a, an, one. Contoh:
a. A book (sebuah buku)
b. An apple (sebuah apple)
c. One bag (satu tas)

Plural Noun

Menurut Barbara Dykes (206 : 2007), Plural Noun adalah “of nouns or pronouns, indicating a number that is more than one” (kata benda atau kata ganti yang menunjuk pada angka yang lebih dari satu). Dari pengertian tersebut kita mengetahui bahwa yang namanya Plural Noun adalah kata benda yang merujuk pada lebih dari satu benda atau jamak.

B. Pembentukan Singular Noun Menjadi Plural Noun

Kita tentunya sudah paham secara istilah apa itu Singular Nouns (kata benda tunggal) dan Plural Nouns (kata benda jamak) dan kita juga tentunya sudah mengetahui bahwa hanya Singular Countable Nouns (kata benda tunggal yang bisa dihitung) saja yang bisa dirubah menjadi Plural Nouns. Pada umumnya, Plural Nouns dibentuk dengan menambahkan akhiran  –s di belakang Singular Nouns, misalnya:





Singular Nouns   
Plural Nouns
Book
Books
Cat 
Cats
House
Houses
Dog
Dogs

Tetapi terdapat beberapa pengecualian dalam pembentukan Plural Nouns yang kita harus ketahui, seperti:

1. Dengan memberi akhiran –es pada Singular Nouns jika Nouns tersebut berbunyi desis dan berakhiran –ss, -s, -x, -z, -ch, dan –sh. Misalnya:

Singular Nouns
Plural Nouns
Glass
Glasses
Bus
Buses
Box
Boxes
Quiz
Quizes
Chruch
Churches
Brush   
Brushes

2. Jika Singular Nouns berakhiran –ch tetapi tidak berbunyi desis, melainkan diucapkan dengan bunyi /k/, maka bentuk jamak tidak ditambahkan –es, tetapi akhiran –s, misalnya:

Singular Nouns
Plural Nouns
Stomach   
Stomachs
Monarch   
Monarchs

3. Dengan memberikan akhiran –es pada Singular Nouns yang berakhiran –o yang didahului oleh Consonant (huruf mati), misalnya:

Singular Nouns   
Plural Nouns
Buffalo   
Buffaloes
Tomato   
Tomatoes
Mango   
Mangoes
Potato   
Potatoes

4. Akan tetapi, sejumlah Singular Nouns tidak mengikuti aturan di atas. Artinya, ada Singular Nouns yang berakhiran –o dan diawali dengan konsonan, tetapi bentuk Plural Noun-nya hanya ditambahkan –s, bukan –es, misalnya:



Singular Nouns   
Plural Nouns
Kilo   
Kilos
Bamboo   
Bamboos
Folio  
Folios
Photo   
Photos
Piano   
Pianos
Radio
Radios
Studio
Studios
Zoo
Zoos


5. Jika terdapat Singular Nouns berakhiran –y yang didahului oleh huruf Consonant (huruf mati), bentuk Plural Nouns-nya adalah mengubah akhiran –y menjadi –i kemudian ditambahkan akhiran –es, misalnya:

Singular Nouns  
Plural Nouns
Dictionary   
Dictionaries
Baby   
Babies
City   
Cities
Country   
Countries
Duty   
Duties
Enemy
Enemies
Hobby
Hobies

6. Jika Singular Nouns berakhiran –y yang di dahului oleh huruf Vocal (huruf hidup) cukup ditambahkan akhiran –s untuk mengubah Singular Nouns tersebut menjadi Plural Nouns, misalnya:

Singular Nouns   
Plural Nouns
Boy   
Boys
Day   
Days
Donkey   
Donkeys
Jurney   
Jurneys
Toy   
Toys
Way
Ways
Monkey
Monkeys

7. Akhiran –f atau –fe pada Singular Nouns diubah menjadi –ves untuk menjadikannya Plural, misalnya:

Singular Nouns   
Plural Nouns
Knife   
Knives
Leaf   
Leaves
Shelf   
Shelves
Thief   
Thieves
Wife   
Wives
Wolf 
Wolves

8. Tetapi terdapat beberapa pengecualian untuk Singular Nouns yang berakhiran –f atau –fe, Singular Nouns berikut ini hanya ditambahkan akhiran –s untuk menjadikan Singular Nouns menjadi i, misalnya:

Singular Nouns   
Plural Nouns
Belief  
Beliefs
Chief   
Chiefs
Cliff   
Cliffs
Dwarf   
Drawfs
Gualf   
Gualfs
Proof
Proofs
Reef
Reefs
Roof
Roofs
Turf
Turfs

9. Perubahan bentuk Singular menjadi Plural Nouns di atas bisa dibilang perubahan yang teratur (Regular), di bawah ini disebutkan bentuk-bentuk perubahan Singular Nouns ke Plural Nouns yang tidak beraturan (Irrigular)

Singular Nouns  
Plural Nouns
Child   
Children
Foot   
Feet
Goose  
Geese
Loose   
Lice
Man   
Men
Mouse
Mice
Ox
Oxen
Tooth
Teeth
Woman
Women

10. Beberapa Plural Nouns memiliki bentuk yang sama dengan bentuk Singural Nouns-nya, misalnya:

Singular Nouns   
Plural Nouns
Cattle   
Cattle
Grouse   
Grouse
Fruit   
Fruit
Fish  
Fish
Deer   
Deer
Series
Series
Sheep
Sheep
Species
Species 





































BAB 3
Verbs (kata kerja)


3,1. Pengertian Verbs (kata kerja)

Verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga untuk menunjukkan keadaan. Verbs biasanya menjadi Predikat dari suatu kalimat.

Contoh:
·         Henry comes from London.
·         My brother studies in America.
·         She is very beautiful.
·         They are diligent.

3,2. Macam-macam Kata Kerja

A. Finite Verb (Kati Kerja Biasa)

Ciri-ciri Kata Kerja Jenis ini adalah sebagai berikut:
·         Bila dipakai dalam kalimat tanya dan negative perlu memakai kata kerja bantu do, does atau did.
·         Bentuknya dapat berubah-ubah oleh tense.
·         Biasanya mempunyai bentuk-bentuk:
·         Infinitive
·         Present Participle
·         Gerund
·         Past Tense
·         Present Tense
·         Past Participle
Contoh:
·         Ms. Anne reads a novel. (Infinitive)
·         Ms. Anne is reading a novel. (Present Participle)
·         Does Ms. Anne read a novel?
·         Ms. Anne read a novel. (Past Tense)
·         Ms. Anne has read a novel. (Past Participle)
B.  Auxiliary Verbs (Kati Kerja Bantu)

Yaitu kata kerja yang digunakan bersama-sama dengan kata kerja lain untuk menyatakan tindakan atau keadaan, atau berfungsi untuk melengkapi fungsi gramatikal.

Kata Kerja Auxiliary adalah:
·         Is, am, are
·         Was, were
·         Do, does, did
·         Has, have, had
·         Can, could
·         May, might
·         Will, would
·         Shall, should
·         Must
·         Ought to
·         Had better
·         Need, Dare (Dapat juga berfungsi sebagai Kata Kerja Biasa)
C.  Linking Verbs (Kati Kerja Penghubung)

Yaitu kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subject dengan complement-nya. Kata yang dihubungkan dengan subject tersebut dinamakan subject complement. Jika kata Kerja Penghubung tersebut kita gantikan dengan be (am, is, are, was, dll.), maka maknanya tidak berubah.

Linking Verbs yang umum adalah:
·         be (am, is, are, was, dll.)
·         look
·         stay
·         appear
·         become        
·         remain
·         taste
·         feel    
·         seem  
·         smell
·         grow  
·         sound
Contoh:
·         The actress is beautiful.
·         Alex looks serious. (= Alex is serious).
·         The cakes smell delicious (=the cakes are delicious).
D. Transitive Verbs (Kati Kerja Yang Membutuhkan Objek)

Yaitu kata kerja yang memerlukan object untuk menyempurnakan arti kalimat atau melengkapi makna kalimat.

Kata kerja Transitive diantaranya adalah: Drink, watch, read, fill, open, close, dll

Contoh:
·         He watches the film. (Kalimat ini tidak akan lengkap, jika "the film" kita hilangkan. Orang lain akan bertanya-tanya - menonton apa?, maka watch (menonton) membutuhkan object agar makna kalimat tersebut dapat dipahami).
·         The man cuts the tree.
E. Intransitive Verbs (Kati Kerja Yang Tidak Membutuhkan Objek)

Yaitu adalah kata kerja yang tidak memerlukan obyek, karena sudah dapat dipahami dengan sempurna makna kalimat tersebut.

Kata-kata kerja yang termasuk Intransitive verbs diantaranya adalah: Shine, come, sit, boil, sleep, fall, cry, dll.

Contoh:
·         The baby cries.
·         My mother is sleeping.
·         The water boils.
Catatan:
·         Ada juga beberapa kata kerja yang dapat berfungsi sebagai transitive maupun intransitive verbs.
Contoh:
·         He drops his bottles. (transitif)
·         The rain drops from the sky. (intransitif)
·         The contestants still misunderstood then. (transitif)
·         The contestants still misunderstood. (intransitif)
·         They grow the rubber trees. (transitif)
·         Rice grows in the fertile soil. (intransitif)
Ada beberapa verb intransitive yang memakai Objective Noun yang mempunyai satu kesatuan makna dengan kata kerjanya. Objeknya disebut Cognate Object.

Contoh:
·         He played the fool.                  (Dia bermain gila-gilaan).
·         He laughs a hard laugh.           (Dia tertawa lebar).
·         He slept a sound sleep.            (Dia tidur nyenyak).
·         He died a miserable death.       (Dia mati melarat).
Ada beberapa verb transitive dan intransitive walaupun sudah mempunyai object tetapi artinya belum sempurna sebelum ditambah kata-kata lain.

Kata Kerja jenis ini diantaranya adalah: make, name, call, find, declare, suppose, consider, bring, give, appoint, seen, hear, dll.

Contoh:
·         I will make you happy.
·         I appoint him to be my assistant.
Ada juga kata kerja yang mempunyai pola sebagai berikut:
·         Kata Kerja + Preposition + Object
·         Kata Kerja + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
·         We talked about the problem.
·         She felt sorry for coming late.
Kata-kata kerja untuk pola kedua diantaranya adalah: succeed in, think about/of, dream of, dream about, approve of, look forward to, insist on, decide against, angry with, sorry for, thanks for, dll.

Ada juga Kata Kerja tertentu yang mempunyai pola sebagai berikut:
·         Kata Kerja + Object + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
·         They accused me of telling lies.
·         Do you suspect the man of being a spy?
·         I congratulated Bob on passing the exam.
·         What prevented him from coming to the party?
·         I thanked her for being so helpful.
F. Regular & Irregular Verbs

Regular Verb
adalah kata kerja yang dapat berubah-ubah sesuai dengan bentuk tense; dan perubahan bentuk kata kerja itu secara teratur.

Contoh perubahan Kata Kerja jenis ini adalah:
·         Call - called - called
·         Admit - admitted - admitted
·         Submit - submitted - submitted
·         Invite - invited - invited
Irregular Verb adalah kata kerja yang mempunyai fungsi sama dengan regular verb, tetapi perubahan bentuk kata kerja ini secara tidak teratur.

Contoh perubahan kata kerja jenis ini adalah:
·         Read - Read - Read
·         Come - came - come
·         Begin - began - begun
·         Sleep - slept - slept
BAB 4
Degrees of Comparison

4,1. Pengertian Degrees of Comparison
Degrees of Comparison atau yang sering di sebut comparison degrees merupakan salah satu materi grammar yang banyak diajarkan di tingkatan sekolah, baik dari SD sampai SMA. Pelajran Degrees of Comparison pertama kali dikenalkan ketika kita SD kelas 6, dan merupakan materi pelajaran bahasa Inggris yang sulit dimengerti oleh anak SD.

Sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat tiga tingkatan dalam Degrees of Comparison, pertama yaitu positive/ negative comparison, kedua comparative dan yang terakhir adalah superlative. Tetapi sebelum kita melangkah ke sub-bagian tersebut, alangkah baiknya jika paham terlebih dahulu pembentukan -er/est yang mutlak dibutuhkan ketika kita menggunakan comparative dan superlative.


4,2. Pembentukan Adjectives Untuk Comparative dan Superlative Degree.

Terdapat dua jenis pembentukan adjectives untuk comparative dan superlative degree, yaitu untuk one-sylable adjectives (adjectives dengan satu ucapan) dan more than one-syllable adjective (adjective dengan lebih dari satu pengucapan).

1. One-syllable adjectives

Banyak orang berpikir pembentukan one-syllable adjectives untuk comparative dan superlative degree sesimple dengan manambahkan er/est pada akhiran adjectives saja, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti hal berikut di bawah ini.


Adjectives
Comparative
Superlative
Old
Older
Oldest
Tall
Taller
Tallest
Cheap
Cheaper
Cheapest
Late
Later
Latest
Nice
Nicer
Nicest
Angry
Angrier
Angriest
Funky
Funkier
Funkiest
Lucky
Luckier
Luckiest
Fat
Fatter
Fattest
Big
Bigger
Biggest
Thin
Thinner
Thinnest
·         Kebanyakan adjectives hanya ditambahkan -er/-est dalam membentuk adjectives untuk comparative dan superlative degree. Misalkan:
No
Comperative
Supelative
01
Old + -er = Older
Old + -est = Oldest
02
Tall + -er = Taller
Tall + -est = Tallest
03
Cheap + -er = Cheaper
Cheap + -est = Cheapest

·         Untuk adjectives yang berakhiran huruf hidup (vowel) pembentukan adjectives untuk comperative dan superlative degree hanya ditambahkan -r/st. Misalnya:
No
Comperative
Supelative
01
Late + -r = Later
Late + -st = Latest
02
Nice + -r = Nicer
Nice + -st = Nicest
·         Untuk adjectives yang berkahiran huruf 'Y', pembentukan adjectives untuk comperative dan superlative degree yaitu dengan cara merubah huru 'Y' tersebut menjadi huruf 'I' kemudian ditambahkan -er/-est. Misalnya:
No
Comperative
Supelative
01
Angry = angri + er = Angrier
Angry = angri + est = Angriest
02
Funky = funki + er = Funkier
Funky = funki + est = Funkiest
03
Lucky = lucki + er = Luckier
Lucky = lucki + est = Luckiest
·         Untuk adjectives yang berakhiran huruf mati (consonant) yang sebelumnya didahului oleh satu huruf hidup (vowel), misalkan fat, big, thin, pembentukan adjectives untuk comperative dan superlative yaitu dengan mengulang huruf akhir adjectives tersebut dan ditambahkan -er/-est. Misalnya:
No
Comperative
Supelative
01
Fat = fatt + -er = Fatter
Fat = fatt + -est = Fattest
02
Big = bigg + -er = Bigger
Big = bigg + -est = Biggest
03
Thin = thinn + -er = Thinner
Thin = thinn + -est = Thinnest
Irrigular Comparison

Selain terdapat pengecualian dalam pembentukan one-syllable adjectives untuk comparative dan superlative seperti di atas, anda juga harus memperhatikan apa itu irrigular comparison. Irrigular comparison adalah pembentukan adjectives untuk comperative dan superlative yang tidak mengikuti ketentuan-ketentuan di atas. Misalnya:




Adjectives
Comperative
Suupelative
Good/well
Better
Best
Bad
Worse
Worst
Far
Further/farther
Futhest/farthest
Little
Less
Least
Old
Older/elder
Oldest/eldest
               
2. More than one-syllable adjectives

Adjective dengan lebih dari satu pengucapan adalah kata adjective yang memerlukan dua pengucapan atau lebih untuk mengucapkannya, misalkan kata 'beautiful' memerlukan tiga pengucapan byu-ti-ful, dsb.

Pembentukan comperative dan superlative untuk adjective dengan lebih dari satu pengucapan relatif mudah, yaitu dengan menambahkan kata more/ most di depan kata adjective tersebut. Misalkan:

Adjectives
Comperative
Supelative
Beautiful
More beautiful
Most beautiful
Handsome
More handsome
Most handsome
Ugly
More ugly
Most ugly



Setalah memahami pembentukan comperative dan superlative untuk one-syllable dan more than one-syllable adjective di atas, seperti yang penulis janjikan, mari kita simak penjelasan dari tiga jenis Degrees of Comparison.

1. Equality comparison (Perbandingan setara)

Pada equality comparison ini, menggambarkan perbadinginan yang setera antara pembading dan yang dibandingakan. Terdapat dua jenis equality comparison yaitu Postive comparison dan Negative Comparison.

Positive Comparison

Rumus:
Subject + To be + As + Adjectives + Object

Contohnya:
- My hands were as cold as ice. (Tangan-tangan ku sedingin es)
- She is as beautiful as her mother.(Dia (pr) secantik ibunya)

Negative Comparison

Rumus:
Subject + To be + Not + As/so + Adjectives + Object

Contohnya:
- She is not as/so beautiful as her mother. (Dia (pr) tidak secantik ibunya.)
- Andi is not as/ so tall as Tomy. (Andi tidak setinggi Tomy.)

2. Comparative

Comparative adalah struktur kebahasaan dalam bahasa Inggris yang membandingkan satu orang/benda (tunggal) dengan satu orang/benda lainnya (tunggal). Biasanya dicirikan dengan adanya kata More/-er (lebih) dan Than (dari pada). Untuk mengetahui bagaimana membentuk adjectives yang mendapat imbuhan more/-er, lihat penjelasan di atas.

Rumus:
Subject + To be + More/-er + Adejctives + Than + Object

Contohnya:
- She is more beautiful than her mother. (Dia (pr) lebih cantik dari pada ibunya.)
- Andi is more handsome than Tomy. (Andi lebih tampan dari pada Tomy.)

Selain mengguankan rumus di atas, terdapat pula pola yang mencerminkan Comparative yaitu dengan pengguanaan The .... The ..., misalkan:
- The sooner the better. (Lebih cepat lebih baik.)
- The older I get, the happier I am. (Semakin tua, semakin bahagia saya.)
- The more dangerous it is, the more I like it. (Semaikin berbahaya, semakin saya suka.)

3. Superlative

Superlative adalah struktur kebahasaan dalam bahasa Inggris yang membandingkan satu orang/ benda (tunggal) dengan orang/ benda yang lain (jamak). Biasanya dicirikan dengan adanya kata Most/-est (paling) dan artikel the sebelum kata most/-est. Untuk mengetahui bagaimana membentuk adjectives yang mendapat imbuhan most/-est, lihat penjelasan di atas.

Rumus :
Subject + To be + The + Most/-est + Adjective

Contohnya:
- She is the most beautiful creature in the world. (Dia adalah mahluk paling cantik di dunia.)
- I am the smartest students in the class. (Saya siswa paling cerdas di kelas.)










BAB 5

Passive Voice (Kalimat Pasif) dan Active Voice (Kalimat Aktif)






5,1.  Pengertian Passive Voice (Kalimat Pasif) dan Active Voice (Kalimat Aktif)

Passive Voice (Kalimat Pasif) adalah kalimat yang subject-nya dikenai suatu pekerjaan atau menderita suatu. Dengan kata lain subject kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat pasif adalah kata kerjanya yang berawalan dengan “di-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ter-“ (tergantung pada konteks kalimat).

Active Voice (Kalimat Aktif) adalah kalimat yang subject-nya berbuat sesuatau atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“.

Bentuk dari Passive Voice (kalimat pasif) adalah : TO BE / BE + VERB 3
Dalam bentuk kalimat pasif, biasanya diikuti dengan frase by.

Contoh Passive Voice (Kalimat Passive)

ACTIVE:         Jane helps Tina. (Artinya: Jane menolong Tina)
PASSIVE:       Tina is helped by Jane. (Artinya: Tina ditolong oleh Jane)

Pada kalimat pasif, Object dari kalimat aktif (Tina) berubah menjadi Subject.

Merubah Active Voice (Kalimat Aktif) ke dalam bentuk Passive Voice (Kalimat Pasif)


Tenses
ACTIVE
PASSIVE
Jane helps Tina.
Tina is helped by Jane.
Jane is helping Tina.
Tina is being helped by Jane.
Jane has helped Tina.
Tina has been helped by Jane.
Jane helped Tina.
Tina was helped by Jane.
Jane was helping Tina.
Tina was being helped by Jane.
Jane had helped Tina.
Tina had been helped by Jane.
Jane will help Tina.
Tina will be helped by Jane.
Jane is going to help Tina.
Tina is going to be helped by Jane.
Jane will have helped Tina.
Tina will have been helped by Jane.

(Bentuk Progressive/ Continuous dari Present Perfect, Past Perfect, Future, dan Future Perfect sangat jarang digunakan dalam bentuk kalimat pasif)

Object Tak Langsung Sebagai Subject Pasif

Contoh:
ACTIVE:         Someone gave Mrs. Grim an award.
PASSIVE:       Mrs. Grim was given an award by someone.
ACTIVE:         Someone gave an award to Mrs. Grim.
PASSIVE:       An award was given to Mrs. Grim.

Direct Object (Object Langsung): Sesuatu.
Indirect Object (Object tak langsung): yang menerima sesuatu.

Contoh 4 kalimat di atas semuanya mempunyai makna yang sama.

Mrs. Grim: sebagai object tak langsung (Indirect Object), dan an award: sebagai object langsung (Direct Object).

Baik Object langsung  ataupun Object tak langsung bisa menjadi Subject dalam bentuk kalimat pasif.

CATATAN: Ketika object langsung menjadi subject, frase to biasanya digunakan didepan atau sebelum object tak langsung (lihat contoh kalimat ke 4).










BAB 6
PENUTUP

 6,1. Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas, yang telah kami bahas. Maka kami mengambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut :
 6,2. Saran

Sebagai penutup dari makalah ini, tak luput pula kami ucapkan ribuan terima kasih pada semua rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah  ini. Di samping itu, masih banyak kekurangan serta jauh dari kata kesempurnaan,  tetapi  kami semua telah berusaha semaksimal munkin dalam pembutan makalah yang amat sederhana ini. Maka, dari pada itu . kami semua sangat berharap kepada semua rekan-rekan untuk memberi kritik atau sarannya, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa menjadi yan lebih baik, seperti yang kita harapkan.

Tiada kata yang dapat kami ucapkan, selain rasa terima kasih atas semua motivasi dari rekan-rekan sekalian.

 

 

Rantau Embacang, 29 Juni 2013

Wassalam penulis, YUHAZI


                 






          
DAFTAR PUSTAKA



Dykes, Barbara. 2007. Grammar for Everyone: Practical Tools for Learning and Teaching Grammar. Victoria: ACER Press.
Greenbaum, Sidney. 1985. A Comprehensive Grammar of the English Language. New York: Longman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar