Selasa, 11 Juni 2013

pengertian,dasar,dan ciri umum tasawuf


KATA PENGANTAR


Penulisan makalah yang bersipat  sederhana  ini, di buat berdasarkan tugas kelompok  yang di berikan oleh dosen pembimbing mata kuliah Materi tasawuf yang berjudul pengertian,dasar,dan ciri umum tasawuf
.
Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah  makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.
Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang masih banyak terdapat kekurangan serta amat  jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat  mengharapkan kritik serta saran nya dari semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan datang.

                                                                                                           

                                                                                          Muara Bungo,Juni  2013
                                                                                                      Penulis                                                                                                                                                                                                       





   DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………1                                                                                                                
DAFTAR ISI………………………………………..…………………………………………2
BAB  1. PENDAHULUAN
          1,1. Latar belakang………………………………………………………………...……3
          1,2. Rumusan masalah……………………………………………………………..……4
BAB  2. PEMBAHASAN
           2,1. Pengertian Tasawuf ………………………………………………..……………….
           2,2. Ciri Umum Tasawuf ………………………………………..………………………
           2,3. Dasar-Dasar Taswuf ………………………………..……………………………....                 
BAB  3. PENUTUP
           3,1. Kesimpulan…………………………………………………….…………………..9
           3,2. Saran-saran………………………………………………………………….……10
DAPTAR  PUSTAKA……………………………………………………………………..…11







BAB 1
PENDAHULUAN

1,1.    Latar Belakang
Al-quran dan as-sunnah adalah nash. Setiap muslim kapan dan dimana pun di tanggung jawab untuk memeahami dan melaksanakan kandungannya dalam bentuk amalan yang nyata.sumber-sumber tasawuf adalah ajaran-ajaran islam, sebab tasawuf ditimba dari Al-Quran,As-Sunnah, dan amalan-amalan serta ucapan para sahabat.Al-Quran merupakan kitab Allah yang didalamnya terkandung muatan-muatan ajaran islam baik aqidah, syariah maupun mu’amalah.banyak sekali dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang yang bersangkutan dengan dasar Al-Quran. Misalnya tentang mahabbah:

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

1,2.     Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengangkat sebuah masalah, yaitu :
·   Ajaran ilmu   Tasawuf  itu bersumber dari al-qur’an dan hadits.










BAB 2
PEMBAHASAN

      2,1.    Pengertian Tasawuf
a.      Secara Lughawi
Tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan “ ahlu suffah” yang berarti sekelompok orang pada masa rasullah yang hidupnya di isi dengan banyak berdiam di serambi-serambi masjid, dan mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada allah.
Yang kedua mengatakan bahwa tasawuf itu berasal dari kata “shafa” kata shafa ini berbentuk fi’il mabdi majhul sehingga menjadi isim mulhaq, jadi maksud semuanya yaitu orang-orang yang menyucikan dirinya dihadapan Tuhan-Nya.
Yang ke tiga mengatakan bahwa taswuf itu berasal dari kata “shaf"maksudnya jadi di ibratkan orang-orang yang ketika shalat selalu berada pada shaf depan.yang kempat tasawuf di nisbahkan kepada orang-orang dari bani shufah.yang ke lima tasawuf dinisbahkannya dengan kata istilah bahasa grik atau yunani,yakni saufi.yang ke enam ada yang mengatakan bahwa taswuf itu berasal dari kata “shaufanah”.ketujuh ada juga yang mengatakan bahwa taswuf berasal dari kata “shuf” dan dari semuanya yang sering di pakai yaitu yang ketujuh yakni tema “shuf” karena tidak setiap kaum shufi memakai pakaian wol.

b.      Secara Istilah
Pengertian tasawuf menurut istilah banyak sekali diformulasikan pada ahli yang satu dan yang lainnya berbeda.dan dari pengertian menurut para ahli tasawuf dapat disimpulan bahwa tasawuf adalah ilmu yang mj mpelajari usaha-usaha membersihkan diri, berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan marifat menuju keabadian, saling mengingatkan antar manusia, serta berpegang teguh pada janji allah dan mengikuti syariat rasulullah dalam mendekatkan diri dan mencampai keridhoan-Nya.
       
 2,2.     Dasar-Dasar Taswuf
Dalam dasar-dasar tasawuf ini akan di jelaskan tentang landasan-landasan naqli tasawuf, yaitu landasan al-quran dan hadis.
a.      Dasar Al-Quran
Al-quran dan as-sunnah adalah nash. Setiap muslim kapan dan dimana pun di tanggung jawab untuk memeahami dan melaksanakan kandungannya dalam bentuk amalan yang nyata.sumber-sumber tasawuf adalah ajaran-ajaran islam, sebab tasawuf ditimba dari Al-Quran,As-Sunnah, dan amalan-amalan serta ucapan para sahabat.Al-Quran merupakan kitab Allah yang didalamnya terkandung muatan-muatan ajaran islam baik aqidah, syariah maupun mu’amalah.banyak sekali dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang yang bersangkutan dengan dasar Al-Quran. Misalnya tentang mahabbah:

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dan masih banyak lagi tentang alquran yang menjelaskan berbagai maslah misalnya tentang sabar,tingkatan takwa,syukur dan dll.
b.      Dasar Hadis
Dalam taswuf juga dapat di lihat dari kerangka hadis-hadis,misalnya landasan-landasan hadis sebagai berikut :
“Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka akan mengenal tuhannya”.
Contoh hadis yang lainya :
“ Aku adalah pembendaharaan yang tersembunyi, maka aku menjadikan makhluk agar mereka mengenal-Ku”.
Hadis di atas member petunjuk bahwa manusia dan tuhan dapat bersatu. Uraian dasar tasawuf di atas, baik Al-Quran, Al-Hadis, maupun suri teladan dari pada sahabat. Ternyata merupakan benih-benih tasawuf dalam kedudukannya sebagai ilmu tentang tingkatan (maqamat) dan keadaan (ahwal).jelaslah bahwa pertumbuhan pertamanya tasawuf ternyata ditimba dari sumber Al-Quran itu sendiri.
Sementara menurut victor danner mengemukakan lima alasan kemunculan tasawuf, yaitu :
1.      Respon terhadap tujuan marifat yang terancam punah
2.      Respon terhadap eksteriosasi (formalisasi) terhadap dimensi spiritual esoteric agama
3.      Respon terhadap paham syi’ah
4.      Respon terhadap bangkitnya aliran filsafat islam
5.      Respon terhadap meningkatnya formalism dari ulama
Table Alur Ajaran Tasawuf
ü  Asal usul
Ajaran tasawuf dibentuk oleh tiga alur pemikiran :
1.      Member gagasan berikut kepada tasawuf
2.      Pemikiran yang memberikan sumbangan kepada tasawuf
3.      Alur yang ketiga menjelasakan gagasan berikut:
a.       Menafikan
b.      Meninggukan roh
c.       Anti-dunia
d.      Anti-masyarakat
ü  Perkembangan
Tiga mazhab bertemu dalam satu arus,dan dijumpai junaid Al-baghdadi (298/910) yang berhasil menyatukan dan menyistematisasikan semua gagasan sufi,menetapkan katagori logika dan pengetahuan,metafisika dan etika, yang berhubungan dengan tasawuf, mengislamkan kosakata tasawuf dengan memberinya istilah-istilahAl-Quran, memprakarsai penafsiran kiasan atas Al-Quran untuk memenuhi tujuan sufi.
ü  Kekuasaan
Setelah junaid Al-Baghdadi tasawuf mengalir seperti sungai besar dan meliputi segenap dunia muslim.
ü  Keruntuhan
Benih-benih keruntuhan dalam system tasawuf dan benih ini berangsur tumbuh diantaranya:
Mengompromikan transendensi dengan imanensi
ü  Pembaruan
Pemikiran ini mencoba menanggapi kompromi yang disebutkan di atas.

2,3.    Ciri Umum Tasawuf
Dalam sebuah buku yang berjudul pengantar ke tasawuf islam bahwa Tasawuf memiliki 5 ciri umum yaitu :

1.      Meningkatkan moral
2.      Pemenuhan fana (sirna) dalam realitas mutlak
3.      Pengetahuan intuitif langsung
4.      Timbulnya rasa kebahagian sebagai karunia allah dalam diri seorang sufi karena tercapainya maqamat
5.      Penggunaan symbol-simbol pengungkapan yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat.


BAB 3
PENUTUP
 3,1.    Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas, yang telah kami bahas. Maka kami mengambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut :
Alur Ajaran Tasawuf
 1. Asal usul
2. Perkembangan
3. Kekuasaan
4. Keruntuhan
5. Pembaruan
Ajaran tasawuf dibentuk oleh tiga alur pemikiran :
1.      Member gagasan berikut kepada tasawuf
2.      Pemikiran yang memberikan sumbangan kepada tasawuf
3.      Alur yang ketiga menjelasakan gagasan berikut:
a.       Menafikan
b.      Meninggukan roh
c.       Anti-dunia
d.      Anti-masyarakat

3,2.    Saran-saran
Sebagai penutup dari makalah ini, tak luput pula kami ucapkan ribuan terima kasih pada semua rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah  ini. Di samping itu, masih banyak kekurangan serta jauh dari kata kesempurnaan,  tetapi  kami semua telah berusaha semaksimal munkin dalam pembutan makalah yang amat sederhana ini. Maka, dari pada itu . kami semua sangat berharap kepada semua rekan-rekan untuk memberi kritik atau sarannya, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa menjadi yan lebih baik, seperti yang kita harapkan.
Tiada kata yan dapat kami ucapkan, selain rasa terima kasih atas semua motivasi                      dari rekan-rekan sekalian.


Muara Bungo, Juni 2013
Wassalam penulis




 DAFTAR PUSTAKA



Abdul Qadir Isa, Hakekat Tasawuf, terj. Khairul Amru Harahap, Lc. Dan Afrizal Lubis, Lc. Qisthi Press, Jakarta, 2005.
Anwar Rosihon dkk, Ilmu Tasawuf, Penerbit: CV Pustaka Setia, Bandung, 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar