Selasa, 11 Juni 2013

Sejarah Kemunculan Tasawuf Kontak Kebudayaan Hindu, Persia, Yunani Dan Arab

KATA PENGANTAR


Penulisan makalah yang  bersipat  sederhana  ini, di buat berdasarkan tugas kelompok  yang di berikan  oleh  dosen  pembimbing mata kuliah  Materi tasawuf yang berjudul sejarah kemunculan tasawuf kontak kebudayaan hindu, persia, yunani dan arab
.
Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah  makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.
Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang masih banyak terdapat kekurangan serta amat  jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat  mengharapkan kritik serta saran nya dari semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan datang.

                                                                                                          

                                                                                          Muara Bungo, Juni  2013
                                                                                                    Penulis                                                                                                                                                                                                       





   DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………1                                                                                                                
DAFTAR ISI………………………………………..…………………………………………2
BAB  1. PENDAHULUAN
          1,1. Latar belakang………………………………………………………………...……3
          1,2. Rumusan masalah……………………………………………………………..……4
BAB  2. PEMBAHASAN
           2,1. Tasawuf Dan Unsur Nashrani (Kristen)
           2,2. Taswuf Dan Unsure Hindu-Budha
           2,3. Tasawuf Dan Unsur Yunani
          2,4. Tasawuf Dan Unsur Persia

           2,5. Tasawuf Dan Unsur Arab
BAB  3. PENUTUP
           3,1. Kesimpulan…………………………………………………….…………………..9
           3,2. Saran-saran………………………………………………………………….……10
DAPTAR  PUSTAKA……………………………………………………………………..…11





BAB 1
Pendahuluan

1,1.    Latar Belakang
1,2.     Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengangkat sebuah masalah, yaitu :
·         ilmu tasawuf sudah muncul pada masa dahulu dan memiliki unsure tersendiri bagi setiap kalangan..




















BAB 2
PEMBAHASAN

2,1.    Tasawuf Dan Unsur Nashrani (Kristen)
Mereka yang menganggap bahwa tasawuf berasal dari unsur nashrani mendasarkan argumentasinya pada dua hal :
1.      Adanya interaksi antara orang arab dan kaum nashrani pada masa jahiliyah maupun zaman islam.
2.      Adanya segi kesamaan antara kehidupan para asketis atau sufi dalam ajaran serta cara mereka melatih jiwa dan mengasingkan diri dengan kehidupan al-masih dan ajaran-ajarannya,serta dengan rahib ketika sembayang dan berpakaian.
Pokok-pokok ajaran tasawuf yang diklaimberasal dari agama nashrani antara lain adalah :
1.      Sikap fakir
2.      Tawakal kepada allah dalam soal penghidupan
3.      Peranan syekh yang menyerupai pendeta
4.      Selibasi, yaitu menahan diri tidak kawin karena kawin dianggap bias mengalihkan diri dari tuhan
5.      Penyaksian, dimana sufi menyaksikan hakikat allah dan mengadakan hubungan dengan allah demikian injil telah menerangkan terjadinya hubungan langsung dengan tuhan.

2,2.     Taswuf Dan Unsure Hindu-Budha
Antara tasawuf dan system kepercayaan agama hindu dapat dilihat adanya persamaan seperti sikap fakir.dari cara ibadah dan mujawadah taswuf dengan hindu.kemudian dari paham reinkarnasi.

2,3.    Tasawuf Dan Unsur Yunani
Kebudayaan yunani seperti filsafat telah masuk ke dunia islam pada akhir daulah amamiyah dan puncak pada masa daulah abbasyiah ketika berlangsung zaman penerjamahan filsafat yunani.metode-metode bebrpikir filsafat ini juga telah ikut mempengaruhi pola piker sebagian orang islam yang ingin berhubungan dengan tuah. Pad persoalan ini bias jadi tasawuf yang terkena pengaruh yunani adalah tasawuf yang kemudian di klasipikasikan sebagai tasawuf yang bercorak filsafat.
Ada pendapat lain bahwa masukna filsafat kedunia islam adalah melalui madzhab peripatetic dan neoplatonisme. Filsafat emanasinya Plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancarkan dari dzat tuhan yang maha esa menjadi salah s atu dasar argumentasi para orientalis dalm menyikapi asal mula tasawuf di dunia islam.
Bila di perhatikan memang cara kerja filsafat adalah bahwa adalah bahwa segala sesuatu dikukur menurut akal pikiran.

2,4.    Tasawuf Dan Unsur Persia
Sebenaranya antara arab dan Persia sudah ada hubungan sejak lama, yaitu pada bidang politik, pemikiran, kemasyarakatan dan sastra. Yang sebenarnya kehidupan kerohanian arab masuk ke Persia sehingga banyak orang-orang Persia terkenal dengan ahli-ahli tasawuf. Sehingg terkenal sebagai wilayah yang melahirkan sufi-sufi ternama. Kebnyakan ahli tasawuf muslim yang berpikiran moderat mengatakan bahwa factor pertama timbulnya tasawuf hanyalah Al-Quran dan As-Sunnah, bukan dari luar islam. Dan dapat dikatakan bahwa tanpa adanya pengaruh dari luar pun, islam sendiri sesungguhnya mengandung kemungkinan menumbuhkan ajaran tasawuf.
Dengan demikian, dari semua uraian di atas, dapatlah di simpulkan bahwa sebenarnya tasawuf itu bersumber dari ajaran islam itu sendiri, mengingat nabi muhamad dan para sahabatnya pun telah memperaktekanya.

2,5.     Tasawuf Dan Unsur Arab
Untuk melihat bagaimana tasawuf berasal dari dunia islam, pelacakan terhadap sejarah munculnya tasawuf dapat dijadikan dasar argumentasi munculnya tasawuf di dunia islam. Selama rasulallah hidup hingga khalifahan abu bakar sampai ali (599-661 M), selalu diadakan berbagai pertemuan yang menghasilkan sumpah atau jamji setia dan praktik ibadah tasawuf.
Untuk melihat sejarah tasawuf, perlu dilihat dari perkembangan peradaban islam sejak jaman rasulullah. Sebab pada hakikatnya kehidupan rohani itu telah ada pada dirinya sebagai panutan umat. Dalam perjalanannya, benih-benih tasawuf mulai mengkristal dan mulai terlihat pada seorang tabiin yang bernama Hasan Al-Bashari benar- benar memperaktikannya. Para ahli sejarah sepakat bahwa istilah taswuf itu mulai muncul pada abad ke dua hijriah, yakni ketika orang-orang berusah meluruskan jalan menuju ilahi dan kepada-Nya.

Buku-buku yang mengandung benih-benih ajaran tasawuf terdapat dalam tulisan-tulisan sastra yang di susun oleh para sastrawan, antara lain dilakukan oleh:
1.      Al-Jahid dalam bukunya Al-Bayan wa At-Tabyian
2.      Al-Mubarrad dalam bukunya Al-Kamil
3.      Al-Qutaibah dalam bukunya Al-ma’arif
4.      Ibnu abbdi rabbin dengan bukunya Al-Aqdu Al-Farid
Imam malik pernah berkata
“ barang siapa yang berilmu fiqh tanpa tasawuf, dia akan fisik ; dan barang siapa bertasawuf tanpa ilmu fiqih ia adalah kafir zindik, dan barang siapa berilmu fiqh dan bertasawuf, baru dia tepat “.      



























BAB 3
PENUTUP
 3,1.    Kesimpulan

3,2.    Saran-saran
Sebagai penutup dari makalah ini, tak luput pula kami ucapkan ribuan terima kasih pada semua rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah  ini. Di samping itu, masih banyak kekurangan serta jauh dari kata kesempurnaan,  tetapi  kami semua telah berusaha semaksimal munkin dalam pembutan makalah yang amat sederhana ini. Maka, dari pada itu . kami semua sangat berharap kepada semua rekan-rekan untuk memberi kritik atau sarannya, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa menjadi yan lebih baik, seperti yang kita harapkan.
Tiada kata yan dapat kami ucapkan, selain rasa terima kasih atas semua motivasi                      dari rekan-rekan sekalian.


Muara bungo, Juni 2013
Wassalam penulis.




 DAFTAR PUSTAKA



Abdul Qadir Isa, Hakekat Tasawuf, terj. Khairul Amru Harahap, Lc. Dan Afrizal Lubis, Lc. Qisthi Press, Jakarta, 2005.
Anwar Rosihon dkk, Ilmu Tasawuf, Penerbit: CV Pustaka Setia, Bandung, 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar